Chaeyoung TWICE Ungkap Apa Arti Kebebasan Baginya

by

Chaeyoung TWICE baru-baru ini mengobrol dengan majalah GQ Korea tentang kepribadiannya hingga arti kebebasan bagi dirinya.

Saat mendiskusikan obsesi Chaeyoung saat ini dengan acara “Wednesday,” pewawancara menyebut kalimat “Emosi adalah kelemahan”, yang diucapkan oleh tokoh utama Wednesday.

Chaeyoung setuju dengan sentimen ini dan menjelaskan, “Aku seorang INFP jadi aku sangat emosional. Namun, aku tidak benar-benar menunjukkannya kepada orang lain dan hanya mengungkapkannya saat aku sendirian.

Aku percaya sebenarnya tidak ada alasan untuk mengungkapkannya kepada orang lain dan paling menyenangkan untuk mengungkapkannya saat aku sendirian. Itu sebabnya aku berhubungan dengan kata-kata Wednesday.”

Tentang apa yang menyebabkan pola pikir ini, Chaeyoung menyinggung tentang hari-hari awal debut TWICE.

“Jika aku memikirkannya sekarang, aku pikir aku telah dilatih [secara mental]. Aku memulai debutku di usia muda dan melakukan promosi dengan hampir tidak ada waktu untuk tidur. Ketika aku di sekolah menengah, ada tempat tidur susun di asrama kami dan ketika aku pergi ke tempat tidur atas, aku tidak dapat melihat apa pun. Ruang itu adalah satu-satunya ruang pribadiku,” jelasnya.

“Setiap malam, aku menyalakan lampu kecil dan menulis sesuatu di buku catatanku. Dengan keinginan untuk mengeluarkan isi hati. Aku mendengarkan lagu yang aku suka, menggambar, dan bahkan menangis ketika keadaan menjadi sangat sulit. Sederhananya, itu adalah periode seperti pubertas. Begitulah caraku menghilangkan emosiku sendiri dan secara alami dilatih,” lanjut Chaeyoung.

Pewawancara menyebutkan bagaimana Chaeyoung sering digambarkan sebagai seseorang yang melakukan apapun yang dia inginkan dan bertanya apakah kecenderungan ini pernah membuatnya takut akan penyesalan.

Dia menjawab, “Tentu saja ada kalanya aku menyesal, tetapi jika keinginanku untuk melakukan sesuatu menjadi sangat besar, aku bahkan tidak memikirkan ‘bagaimana jika aku menyesalinya nanti?’ Aku hanya harus melakukannya. Aku harus menyelesaikannya agar merasa puas.”

Dalam wawancara GQ sebelumnya, Chaeyoung menceritakan bahwa kebebasan berarti melakukan apa yang diinginkannya. Tiga tahun kemudian, ia menjelaskan bahwa saat ini kebebasan berarti ketenangan pikiran.

“Tentu saja penting juga untuk melakukan apa yang kau inginkan. Kau tahu bagaimana orang mengatakan ‘Jika aku pindah ke Hawaii, aku akan sangat bahagia dan bebas.’ Namun, jika pikiranmu gugup, itu akan sama saat kau berada di Korea atau Hawaii.

Aku sering berpikir bahwa pikiranku harus stabil dan damai untuk merasa benar-benar bebas, sehingga aku bebas tidak peduli apa yang aku lakukan atau keputusan apa yang aku buat,” tuturnya.

source : soompi

 

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *