aespa Bahas Konsep Unik Grup dan Partisipasi Lee Soo Man dalam Comeback Mereka

by

Pada 7 Oktober, aespa hadir dalam siaran radio MBC FM4U “Kim Shin Young’s Hope Song at Noon”!

Girl group ini merilis album mini perdana bertajuk “Savage” pada 5 Oktober pukul 6 sore KST, dan lagu utama berjudul sama langsung menduduki posisi No. 1 di chart real-time situs musik domestik. Album ini juga berada di puncak chart iTunes Top Albums di 17 negara.

Siaran radio ini dipandu oleh DJ spesial Sunmi, yang membagi, “Ini pertama kalinya aku bertemu aespa. Sangat luar biasa, dan aku sangat senang. Semua cantik-cantik.” Ia kemudian mengucapkan selamat kepada aespa karena sudah memuncaki chart musik dengan “Savage”, dan aespa juga mengungkap bahwa mereka adalah penggemar Sunmi.

Saat wawancara, Sunmi tersentuh dengan konsep metaverse aespa. Karina berkomentar, “Awalnya kami juga sulit memahami, tapi kami juga mendapat pelajaran tentang itu. Baru-baru ini kami mendapatkan pelajaran dari penulis yang memberikan ide ini.” Saat ditanya apakah benar Winter adalah kekuatan gelap di semesta mereka ini, Karina menjawab, “Kami juga bertanya apakah Winter adalah kekuatan gelap, tapi mereka bilang rahasia.” Sunmi memuji karena mereka menjadi yang terdepan dalam konsep ini, dan Winter menjawab, “Alih-alih menjadi yang terdepan, rasanya menyegarkan dan sebuah kehormatan untuk selalu bisa melakukan sesuatu yang baru.”

Album terbaru aespa, “Savage” melewati angka 400.000 kopi untuk pre-order. Ningning membagi, “Aku sangat bersyukur banyak orang menantikan kami dan menyukai musik kami. Aku masih tidak percaya. Ini sebuah kehormatan.”

Para member juga membahas tentang Lee Soo Man yang terjun langsung mengarahkan koreografi untuk “Savage”. Giselle menjelaskan, “Beliau sangat memerhatikan dance kami. Beliau memberikan saran untuk menambahkan sedikit fokus kepada koreografi asli.” Karina menambahkan, “Saat ‘Black Mamba’, beliau mengarahkan sendiri dengan menunjukkan gerakan kepada kami.” Ningning menambahkan, “Aku melihat ini saat makan malam perusahaan, beliau menarikan koreografinya di depan kami.”

Tentang killing point untuk “Savage”, aespa memilih bagian chorus karena sangat cocok dengan koreografinya dan juga bagian “tsk tsk”. Karina membagi bahwa saat dirinya menari bagian itu, ia mencoba untuk memberikan perasaan seperti, “Kau benar-benar tidak bisa dibandingkan denganku. Memalukan.”

Dalam siaran ini, Sunmi juga menyebutkan bahwa penulis lirik kawakan, Kim Eana memposting bukti bahwa dirinya juga mendengarkan lagu “Savage”. aespa meminta sang penulis lirik untuk berkunjung ke Kwangya, berkata bahwa itu adalah sebuah kehormatan dan mereka adalah penggemarnya.

Sunmi menutup siaran dengan membagi bahwa dirinya merasa mendapatkan kekuatan dari aespa, dan aespa meminta penggemar untuk terus memberikan cinta dan dukungan karena selanjutnya mereka akan tampil di banyak program musik, variety, dan konten YouTube.

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published.