
Perusahaan hiburan Korea Selatan HYBE kembali mengambil langkah hukum tegas terhadap mantan CEO Min Hee Jin dari label ADOR, menandakan bahwa peluang rekonsiliasi antara kedua pihak semakin kecil.
Langkah Hukum Baru HYBE
Menurut sumber hukum pada 15 Maret 2026, HYBE mengajukan permohonan pembatalan eksekusi wajib (cancellation of compulsory execution) ke Seoul High Court pada 10 Maret.
Langkah ini jauh lebih serius dibandingkan sekadar penangguhan eksekusi, karena bertujuan menghapus proses penagihan secara permanen berdasarkan putusan pengadilan tingkat pertama. Dengan kata lain, HYBE berusaha memastikan bahwa keputusan sebelumnya tidak dapat dijalankan sama sekali jika nantinya berhasil dibatalkan dalam proses banding.
Latar Belakang Putusan Pengadilan
Sebelumnya, pada 12 Februari 2026, Seoul Central District Court yang dipimpin hakim Nam In Soo memenangkan Min Hee Jin dalam sengketa “put option” saham.
Pengadilan memutuskan bahwa HYBE harus membayar sekitar 25,5 miliar won (sekitar 19 juta dolar AS) kepada Min Hee Jin.
Namun untuk mencegah pembayaran tersebut langsung ditagih selama proses banding berlangsung, HYBE telah menyetor 29,25 miliar won (sekitar 21,8 juta dolar AS) sebagai jaminan pengadilan.
Tawaran Damai dari Min Hee Jin
Pada konferensi pers 25 Februari, Min Hee Jin membuat langkah mengejutkan. Ia menawarkan untuk melepaskan seluruh klaim pembayaran sekitar 25,6 miliar won.
Syaratnya:
Semua gugatan perdata dan pidana terhadap dirinya dihentikan
Termasuk gugatan terhadap grup NewJeans dan para mitra mereka
Min Hee Jin menyatakan bahwa para pihak seharusnya kembali ke “panggung kreativitas”, bukan terus berkonflik di pengadilan.
HYBE Tetap Lanjutkan Pertarungan Hukum
Meski ada tawaran tersebut, langkah hukum terbaru HYBE menunjukkan bahwa perusahaan lebih memilih melanjutkan proses banding dan mencoba membatalkan putusan awal.
HYBE tetap berpendapat bahwa perjanjian pemegang saham dengan Min Hee Jin telah dihentikan secara sah, sehingga hak put option yang diklaim tidak lagi berlaku.
Konflik Diperkirakan Berlanjut Hingga Akhir 2026
Dengan kedua pihak tetap pada posisi masing-masing, sengketa hukum antara HYBE dan Min Hee Jin diperkirakan akan berlanjut hingga paruh kedua 2026.
Harapan untuk “harmoni” yang disampaikan Min Hee Jin tampaknya semakin kecil, karena konflik kini berkembang menjadi pertarungan hukum bernilai puluhan miliar won yang akan ditentukan di pengadilan tingkat banding.

