
Sebelumnya, pada 15 November 2025, Kepolisian Guri mengungkap telah menangkap seorang pria berusia 30-an tahun yang membobol rumah Nana, mengancam dirinya dan sang ibu dengan senjata, serta menuntut sejumlah uang.
Meski Nana dan ibunya dilaporkan berhasil melumpuhkan pelaku, agensi SUBLIME menyatakan bahwa keduanya mengalami luka akibat serangan tersebut. Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa luka yang dialami pelaku akibat perlawanan Nana dikategorikan sebagai tindakan pembelaan diri.Namun, pada 2 Januari, sejumlah laporan media menyebutkan bahwa pelaku perampokan tersebut justru mengajukan gugatan balik terhadap Nana atas tindakannya saat melawan. Menanggapi pemberitaan tersebut, SUBLIME merilis pernyataan resmi untuk meluruskan situasi.
Dalam pernyataannya, SUBLIME menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh oleh pihak berwenang telah secara jelas mengonfirmasi tindakan kriminal yang dilakukan oleh pelaku. Agensi menjelaskan bahwa selama kejadian berlangsung, pelaku yang bersenjata telah menyebabkan luka fisik serius serta trauma psikologis yang hingga kini masih dialami Nana dan keluarganya.
SUBLIME juga mengecam keras langkah pelaku yang dinilai tidak menunjukkan penyesalan, bahkan justru mengajukan laporan terpisah terhadap Nana dengan memanfaatkan statusnya sebagai figur publik, sehingga menimbulkan dampak buruk lanjutan bagi korban.
“Melindungi hak dan kepentingan artis kami adalah prioritas utama,” tegas SUBLIME. Agensi menyatakan akan menempuh segala langkah hukum, baik perdata maupun pidana, terhadap pelaku demi memastikan Nana tidak mengalami kerugian atau penderitaan tambahan.
SUBLIME menutup pernyataan mereka dengan menegaskan akan menangani kasus ini secara bertanggung jawab hingga tuntas, serta berkomitmen penuh untuk melindungi artisnya dari segala bentuk bahaya lanjutan.

