Setelah 2 Tahun, BLACKPINK Guncang Jakarta lewat DEADLINE TOUR

by

Jakarta kembali bergetar oleh gelombang warna hitam dan merah muda. Pada 1–2 November 2025, Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi kembalinya BLACKPINK ke Indonesia lewat konser bertajuk DEADLINE World Tour. Dua malam penuh musik, cahaya, dan cinta antara empat bintang global—Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa—dengan ribuan BLINK yang memadati setiap sudut stadion.Sejak sore hari, antusiasme sudah terasa. Ribuan penggemar berbondong-bondong datang mengenakan atribut khas mereka: lightstick berbentuk palu, kaus dengan logo BLACKPINK, dan busana bernuansa hitam-pink. Beberapa bahkan datang dari luar kota, menginap berhari-hari di Jakarta hanya demi menyaksikan langsung penampilan idola mereka. Ketika pintu stadion dibuka dan lagu pembuka “Pink Venom” menggelegar, seluruh penonton berdiri serempak, menciptakan lautan cahaya yang menari mengikuti irama.

Hujan yang sempat turun di malam pertama tidak memadamkan semangat siapa pun. Justru, ketika tetes-tetes air mulai jatuh di tengah “How You Like That”, para anggota BLACKPINK tersenyum dan tetap menari tanpa henti. Rosé bahkan sempat berteriak, “You’re so amazing, Jakarta!” sebelum melanjutkan lagu berikutnya. Dari tribun hingga area festival, penonton tetap bernyanyi bersama, membuktikan bahwa badai sekalipun tak mampu meredam energi mereka.

Salah satu momen paling berkesan datang ketika Rosé menyapa penonton dengan logat khas, “Apa kabare, Jakarta?” Suasana langsung pecah oleh tawa dan teriakan bahagia. Tak lama kemudian, ia mengundang seorang anak kecil dari penonton naik ke panggung, menyalaminya, dan berpose bersama. Gestur kecil itu menjadi simbol hubungan hangat antara BLACKPINK dan penggemar Indonesia—bukan sekadar antara artis dan penonton, tapi seperti pertemuan teman lama yang sudah menunggu lama untuk kembali bersama.

Dari sisi produksi, konser ini menunjukkan standar internasional. Tata cahaya megah, efek piroteknik, dan layar raksasa membuat setiap lagu tampil seperti film musikal hidup. Transisi dari “Kill This Love” ke “DDU-DU DDU-DU” terasa mulus dan penuh energi, sementara bagian solo masing-masing member menjadi ruang unjuk karakter. Jennie tampil dengan pesona khasnya lewat “You & Me”, Lisa memukau dengan koreografi intens di “Money”, sementara Jisoo membawakan lagu solonya “Flower” dengan nuansa lembut yang kontras, sebelum Rosé menutup sesi solo dengan “On the Ground” yang emosional.

Namun, di balik semua kemegahan itu, ada juga sisi lain yang tidak bisa diabaikan. Selepas konser, banyak penonton mengeluhkan kemacetan parah di sekitar GBK. Beberapa bahkan membutuhkan waktu lebih dari satu jam hanya untuk keluar dari area stadion. Meski begitu, sebagian besar penggemar mengaku semua kerepotan itu terbayar lunas. “Capek, tapi worth it banget,” ujar Rani, salah satu BLINK yang datang dari Surabaya. “Rasanya kayak mimpi lihat mereka tampil di depan mata sendiri.”

Secara keseluruhan, DEADLINE World Tour in Jakarta membuktikan mengapa BLACKPINK masih menjadi fenomena global. Mereka bukan hanya grup K-Pop dengan popularitas luar biasa, tapi juga simbol dari dedikasi, kerja keras, dan cinta yang tulus untuk para penggemarnya. Dua malam di GBK bukan sekadar konser, tapi perayaan emosional—tentang musik, persahabatan, dan kekuatan untuk tetap bersama meski hujan turun deras.
BLACKPINK mungkin akan melanjutkan tur ke negara lain, tapi bagi ribuan BLINK yang memenuhi GBK malam itu, kenangan tentang teriakan “Jakarta, make some noise!” akan selalu terpatri di hati.

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *