Lee Ji Ah Tanggapi Laporan Terkait Tuduhan Pro-Jepang dari Sang Kakek dan Sengketa Warisan Keluarga

by

Aktris Lee Ji Ah angkat bicara mengenai kontroversi seputar dugaan aktivitas pro-Jepang sang kakek.

Baru-baru ini, muncul laporan bahwa ayah Lee Ji Ah terlibat dalam sengketa hukum dengan saudara kandungnya atas warisan senilai 35 miliar won, tanah yang kabarnya ditinggalkan oleh kakeknya, yang tergolong tokoh pro-Jepang.

Terkait hal ini, pada tanggal 21 Februari, Lee Ji Ah merilis pernyataan resmi melalui agensinya BH Entertainment:Halo, ini Lee Ji Ah.

Saya ingin menyampaikan sikap saya terkait laporan terkini.

Setelah banyak pertimbangan dan kehati-hatian, saya telah memutuskan bahwa sudah menjadi tanggung jawab saya untuk meluruskan keadaan dan mengumpulkan keberanian untuk angkat bicara.

Saya dengan tulus meminta maaf atas keterlambatan dalam menangani masalah ini.

1. Fakta Mengenai Sengketa Keluarga Saya
Sejak menjadi mandiri pada usia 18 tahun, saya belum menerima dukungan finansial apa pun dari orang tua saya. Meski memalukan untuk dikatakan, karena keadaan keluarga yang rumit, saya tidak pernah berhubungan dengan mereka selama lebih dari 10 tahun.

Saya sama sekali tidak mengetahui tentang warisan yang disengketakan atau gugatan hukum yang sedang berlangsung terkait tanah yang dimaksud, dan saya tidak terlibat dalam masalah ini.

2. Sikap Saya terhadap Tuduhan Kakek Saya yang Pro-Jepang
Kakek saya meninggal saat saya berusia dua tahun, jadi saya tidak memiliki kenangan pribadi tentangnya. Saya juga tumbuh tanpa mengetahui sedikit pun tentang dugaan kegiatannya yang pro-Jepang.

Pada tahun 2011, saya pertama kali mengetahui hal ini melalui artikel berita. Sejak saat itu, saya telah mengunjungi Pusat Kebenaran dan Keadilan Sejarah beberapa kali, mempelajari catatan sejarah untuk memverifikasi fakta-fakta.

Melalui proses ini, saya mengonfirmasi catatan sumbangan kakek saya. Terlepas dari konteks sejarah saat itu, saya percaya bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Lebih jauh, jika tanah di Anyang, yang menjadi pusat kontroversi saat ini, memang diperoleh selama pendudukan Jepang, saya sangat yakin bahwa tanah itu harus dikembalikan kepada negara.

3. Penutup
Saya tidak pernah membuat pernyataan apa pun tentang kakek saya di masa lalu, dan saya juga tidak pernah menggunakan latar belakang keluarga saya untuk tujuan promosi.

Namun, informasi yang salah telah tersebar di internet, yang secara keliru mengklaim bahwa saya pernah berkata, “Saya menghormati kakek saya.” Ini sama sekali tidak benar, dan saya ingin mengklarifikasi kesalahpahaman ini.

Akhirnya, saya sangat mengakui kesalahan historis kakek saya. Sebagai keturunannya, saya dengan tulus meminta maaf. Ke depannya, saya akan terus menghadapi kebenaran sejarah dengan kerendahan hati dan hidup dengan rasa tanggung jawab.

Terima kasih.

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *