‘Haemaru Healing Forest,’ Penginapan Penyembuhan yang Dikelilingi Hutan Cemara

by

‘Haemaru Healing Forest’ merupakan penginapan yang terletak di kaki Gunung Duryunsan, Haenam di depan Pantai Wondo dan dikelilingi oleh hutan cemara.

Gunung, hutan cemara, dan pantai semuanya terlihat dari ruang aula lantai utama. Untuk alasan ini, banyak tamu yang menginap di sini mengatakan bahwa pemandangan indah tampaknya berubah dari hari ke hari.

Kota di mana penginapan ini berada dirancang khusus sebagai ‘desa hanok’, yang sebagian besar terdiri dari rumah tradisional Korea Jeollanam-do. Juga dikenal luas sebagai ‘Desa Kimchi Haenam’ karena kubisnya yang terkenal, yang tumbuh di lingkungan alami dan digunakan untuk membuat kimchi. Secara khusus, ada tiga desa di area ini: ‘Desa Hijau’, ‘Desa Petani’, dan ‘Desa Resor’.

Ada kolam renang umum di area yang dikelola oleh penduduk desa dan sangat populer di kalangan pengunjung. Salah satu keuntungan menginap di tempat ini adalah dapat ditempuh dalam waktu satu jam perjalanan ke sejumlah destinasi alam populer seperti Pulau Wando Cheongsando, Gangjin Dasan Chodang, Gunung Jangheung Hutan Cheongwansan, dan Gunung Yeongam Wolchunsan.

Haenam dikenal sebagai salah satu daerah terbaik di Korea untuk menikmati masakan Jeolla-do yang terkenal, jadi pengunjung Haenam disarankan untuk mencoba makanan lokal. Penduduk desa membangun penginapan tradisional Korea ini sehingga pengunjung mereka dapat menikmati hari relaksasi di alam, jauh dari kehidupan kota yang sibuk. Dengan pemikiran ini, mereka menggunakan kayu pinus alami dan tanah liat merah dari Gangwon-do untuk membangun rumah tradisional Korea asli dan menggunakan ubin tradisional Korea dari Goryeong.

Nama ‘Haemaru Healing Forest’ diberikan oleh pemilik penginapan, dengan tujuan sebagai ‘Tempat di mana dapat menceritakan kisah.’

Bangunan penginapan berbentuk ‘ㄱ’. Bangunan utama, yang disebut ‘anchae’ dalam bahasa Korea, memiliki luas lantai 72m², yang cukup besar untuk menampung hingga 25 orang. Ada dua kamar, ruang tamu besar, dan dapur. Kamar-kamar dilengkapi dengan sofa, televisi, AC, kulkas, dan meja layaknya rumah pada umumnya sehingga para tamu dapat betah selama menginap.

‘bakkatchae’, atau ‘rumah terpisah’, adalah satu kamar dengan kapasitas 6 orang dan dilengkapi dengan AC dan kamar mandi. Penginapan ini dimiliki oleh pasangan yang masih bekerja di Seoul dan harus sering bepergian bolak-balik antara Seoul dan Haenam.

Mereka berdua pecinta alam, jadi tempat favorit mereka di rumah adalah kebun dapur, dimana tempat mereka membudidayakan selada organik, daun perilla, dan cabai. Taman dapur terbuka untuk tamu yang ingin mencoba sayuran organik buatan sendiri.

Berbagai program pengalaman juga ditawarkan di sini, seperti yunnori, dadeumi, jwibulnori, dan pembuatan kimchi. Jwibulnori adalah permainan tradisional Korea yang dimainkan pada malam Daeboreum atau Hari Bulan Purnama Pertama, di mana orang-orang membakar rumput kering di punggungan sawah dan ladang.

Sedangkan untuk kelas pembuatan kimchi, ditawarkan oleh adik dan ipar pemilik penginapan yang tinggal dan menjalankan pabrik kimchi di desa.

Mereka akan mengajari cara membuat kimchi, langkah demi langkah, dari awal hingga akhir.

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published.