Tiga Makanan Asli Busan yang Wajib Kamu Coba!

by

Busan merupakan kota kedua dengan populasi terbanyak di Korea Selatan, dan pernah menjadi ibukota sementara selama perang Korea.

Saat perang Korea, Busan adalah tujuan pengungsi terbesar, dan orang-orang dari seluruh wilayah Korea pergi ke area tersebut. Oleh sebab itu, Busan memiliki beberapa hidangan yang menjadi ciri khas saat masih masa perang Korea.

Dilansir dari Korea.net, berikut tiga hidangan yang mewakili Busan dan sejarah dari hidangan tersebut.

Milmyeon (밀면)

Es batu di kaldu bening dan saus cabai merah pedas, menjadi ciri khas dari mi gandum dingin milmyeon, dan merupakan salah satu hidangan Busan paling populer sepanjang masa.

Ada berbagai teori tentang asal-usul milmyeon, tetapi yang paling dipercaya adalah bahwa selama pengungsi Perang Korea dari Korea Utara mulai menjual mie dingin yang mereka nikmati di kampung halaman mereka. Namun, bahan untuk mie dingin sedikit diubah dari tepung gandum menjadi terigu dan tepung kentang.

Para pengungsi tidak dapat memperoleh pasokan tepung gandum selama perang, jadi sebagai pengganti mereka menggunakan tepung terigu, yang lebih umum karena bantuan makanan dari militer AS. Tepung ubi jalar atau tepung kentang biasa juga ditambahkan dalam adonan membuat mie.

Meskipun berasal dari Korea utara, gaya mie dingin telah berubah sesuai dengan iklim dan tradisi makanan di Busan. Mie dingin Korea Utara dikenal karena memiliki rasa yang ringan, sedangkan mi dingin Busan memiliki rasa yang lebih kuat, manis, asin dan pedas.

Juga, menggunakan tepung terigu untuk mie sehingga teksturnya sedikit lebih lembut. Sedangkan untuk kaldu, dibuat dengan tulang sapi, tulang babi atau daging ayam.

Dwaeji-gukbap (돼지국밥)

Makanan ciri khas Busan lainnya adalah sup babi dan nasi atau disebut sebagai dwaeji-gukbap (돼지 국밥). Semangkuk kaldu tulang babi dengan daging babi dan nasi disajikan dengan buchu muchim (부추 무침), salad bawang putih atau kkakdugi (깍두기), kimchi lobak.

Dokumen-dokumen sejarah menunjukkan bahwa memasukkan nasi ke dalam sup, seperti cornflake yang dimasukkan ke dalam susu, ini adalah kebiasaan makanan telah ada sebelum Joseon (1392-1910).

Terutama di Busan dan Provinsi Gyeongsangnam-do sekitarnya, kaldu daging telah dinikmati oleh nenek moyang di zaman kuno. Di Busan, ada beragam jenis sup babi dan nasi. Di beberapa tempat, tulang babi digunakan untuk kaldu yang kental, ada juga menggunakan daging untuk kaldu yang bening.

Busan dwaeji-gukbap, sebelumnya merupakan makanan mewah yang disajikan langsung di atas meja, namun kini telah berkembang menjadi jenis makanan cepat saji.

Bibimdangmyeon (비빔당면)

Mie dingin kaca atau disebut bibimdangmyeon (비빔 당면) juga merupakan hidangan khas dari Busan. Hidangan ini dibuat dengan mi gelas rebus, acar lobak dan sayuran, dengan saus cabai merah pedas, minyak wijen, dan wijen yang dihaluskan.

Selama perang Korea pada awal 1950-an, tepung ubi jalar atau tepung kentang dibuat menjadi mi gelas kering, karena kurangnya tepung terigu. Perbedaan utama antara mie gandum dan mi kaca adalah bahwa hanya dengan sedikit tepung kentang, mi kaca ini dapat membesar, sehingga dapat mengenyangkan perut.

Bibimdangmyeon dapat dibuat dengan cepat dengan resep yang sederhana. Juga, karena tekstur tepung kentang, mie menjadi lebih mudah untuk ditelan, dan tidak dikunyah. Ini merupakan makanan yang dapat dimakan para pengungsi perang dengan cepat dan dapat merasa kenyang.

Dari ketiga makanan tersebut, manakah yang sudah pernah kalian coba?

 

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *