KARA mendominasi chart iTunes MV Jepang meskipun Kamilia terbagi dua kubu

KARA mendominasi chart  iTunes Music Video Jepang, menduduki 7 tempat di list 10 peringkat teratas.
Posisi ke 1 hingga 4 didominasi oleh video klip Korea mereka yaitu “Lupin,” “Mister,” “Wanna,” dan “Pretty Girl.” “Jumping” versi Korea dan Jepang pun menduduki posisi ke 8 dan 9. Di posisi 10 ada video klip “Honey.”

Pada 23 Februari, KARA merilis DVD mereka, “KARA’s Best Clips,” yang memuncaki peringkat chart Oricon DVD selama dua hari berturut-turut.
Hal ini cukup menggembirakan di tengah situasi yang dialami KARA dengan agensi mereka, DSP Entertainment. Kamilia, fans KARA telah menunjukkan adanya perbedaan pendapat. Fans di Agora (fan cafe KARA) telah memulai petisi meminta bubarnya KARA. Target petisi ini adala 1000 orang dan telah mencapai 920 orang. Tetapi, petisi lain juga dibuat supaya KARA tetap bersama, dengan target 10.000 orang. Fans berdiri di dua posisi berbeda karena meskipun KARA telah bilang akan tetap bersama, beberapa hari setelahnya 3 member KARA tetap mengajukan gugatan penghentian kontrak eksklusif tersebut.

Di Jepang sendiri, Kamilia Jepang membuat petisi dengan target 1,000,000 fans, berjudul “KARA, tolong jangan pernah bubar!” Yukki, fans yang memuali petisi ini mengatakan, “Tujuan kami adalah tetap menjaga KARA sebagai 5 member. Kuharap KARA mengerti harapan fans melalui petisi ini. Kami juga akan memberikannya pada DSP Media dan juga Universal Music.” Per tanggal 25 Februari. 1,425 fans telah menandatangani petisi ini.

Source: Newsen and Asia E,  Oricon

shared by koreaboo

About these ads

3 thoughts on “KARA mendominasi chart iTunes MV Jepang meskipun Kamilia terbagi dua kubu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s